Berjalan dan tersenyumlah dengan kekuatan jiwa, mengasingkan kesedihan disudut jauh, tak terjangkau sang penyendiri,cukup kabar gembira atas keluasan hamparan bumi dengan hirup pikuk keragaman, harmoni yang memaksa lisan mengucap iqra...iqra...iqra...
Kesedihan tidak harus mengguncang akal, ia boleh datang ia boleh pergi, memanggil memantrai sama halnya mengharu biru, kidung yang menguras air mata, bagaimana lisan mengucap iqra dalam tangisan.
Bila senyum berbuah kebahagiaan, beri ruang lebih disetiap hati.
Selagi kaki sanggup melangkah, ruang bumi tetap mengukir jejak kaki menapak tilasi perjalanan, yang muda akan tua,yang hidup akan mati dan tergantikan,terus berputar,tak ada yang sia-sia.
By : Aconk
Komentar
Posting Komentar